OKESULSEL.COM, SENGKANG -- Bekerjasama dengan Satuan Kepolisian Lalulintas (Satlantas) Polres Wajo, Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Puangrimaggalatung (Prima) Sengkang menggelar Sosialisasi Call Centre Peduli Lalulintas, di Aula Kantor Desa Assorajang, Kamis 24 Januari 2019.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Posko Desa Assorajang tersebut dihadiri Ketua STIA Prima Sengkang Andi Rusdi Untung, para supervisor, serta perwakilan dari sejumlah posko se-Kecamatan Tanasitolo dan Pemerintah Desa Assorajang.

Turut hadir pula, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Assorajang, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, termasuk pelajar dan tenaga pendidik Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Tanasitolo.

Mahasiswa KKL STIA Puangrimaggalatung Posko Desa Assorajang.

Ketua STIA Prima Sengkang, Andi Rusdi Untung saat membuka kegiatan mengatakan sosialisasi call centre peduli lalulintas sangat penting untuk dilakukan. Kata dia, mengingat angka kecelakaan berlalulintas yang terus meningkat.

“Tertib berlalulintas merupakan salah langkah untuk mengurangi angka kecelakaan lalulintas, tertib berlalu lintas ini harus ada kesadaran dari dalam diri sendiri,”ujarnya

Ditempat yang sama, Kepala Satuan Lalulintas (Kasatlantas) Polres Wajo AKP Muhammad Yusuf mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi Call Centre Peduli Lalulintas. Menurutnya, kegiatan ini merupakan suatu terobosan yang dilakukan para Mahasiswa.

“Apresiasi kepada peserta KKL STIA Prima Sengkang, khususnya Posko Assorajang atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut. Ini merupakan suatu terobosan,”kata AKP Muhammad Yusuf.

Lanjut, Mantan Kasat Lantas Polres Bone ini mengungkapkan jika penyumbang orang meninggal dunia terbanyak disebabkan oleh kecelakaan lalulintas. Di Indonesia mencapai 1 hingga 2 orang perjamnya meninggal dunia karena mengalami kecelakaan lalulintas.

“Di Wajo baru dua minggu sudah mencapai 3 orang meninggal dunia karena kecelakaan. Untuk itu, mari kita bersama-sama menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Tujuan membentuk call centre peduli lalulintas ini untuk memberikan pelayanan, percepatan informasi seputar lalulintas kepada masyarakat,”jelasnya

Menurut, AKP Muhammad Yusuf hadirnya call centre peduli lalulintas akan memberikan pelayanan, dan rasa nyaman kepada para pengendara baik itu warga Kabupaten Wajo begitu juga pengendara dari luar Kabupaten Wajo yang sedang melintas.

“Terjadi kecelakaan segera hubungi call centre lalulintas, nantinya akan dikawal kerumah sakit untuk segera mendapatkan penanganan medis. Termasuk kendaraan mogok dijalan, seperti pecah ban didaerah sepi, hubungi call centre”ungkapnya

AKP Muhammad Yusuf juga menghimbau kepada masyarakat apabila tengah mendapati kecelakaan lalulintas sebisa mungkin segera memberikan pertolongan kepada korban.

“Jangan tunggu sampai polisi datang, langsung berikan pertolongan, jangan takut. Tidak mungkin juga yang menolong mau ditahan, sementara bukan tersangka. Kami harap segera lakukan pertolongan,”harapnya.

Sekedar diketahui apabila membutuhkan bantuan dapat segera menghubungi call centre lalulintas di nomor 082196173577. (Dhea)

Okesulsel.com, Sengkang -- Kepala Desa Assorajang Andi Samanrukka menyampaikan ucapan selamat datang kepada peserta Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Puangrimaggalatung (Prima) Sengkang.

Hal tersebut disampaikan saat menjamu 15 peserta KKL STIA Prima Sengkang angkatan XXXII Tahun 2019 yang akan melangsungkan KKL di Desa Assorajang, Kecamatan Tanasitolo, Senin 14 Januari 2019.

“Saya ucapkan selamat datang di Desa Assorajang. Desa ini berada di ujung selatan Kecamatan Tanasitolo yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Tempe, di desa ini juga ada kantor Polres Wajo, kantor DPRD Wajo termasuk Bank Prima Sengkang,”ujarnya

Andi Samanrukka juga menitipkan satu program kerja kepada para peserta KKL di Desa Assorajang. Kata dia, sebisa mungkin program penanggulangan sampah dimasukkan kedalam program kerja KKL STIA Prima Sengkang.

“Kami usulkan program kerja untuk adek-adek Mahasiswa, dalam hal ini program penanganan sampah. Silahkan manfaatkan fasilitas yang ada seperti motor sampah,”harapnya.

Dalam kesempatan itu, puluhan peserta KKL STIA Prima Sengkang, Posko Assorajang didampingi langsung Supervisor, Ilham.

Sekedar diketahui 351 peserta KKL STIA Prima Sengkang yang ditempatkan di 24 posko, 19 Desa/Kelurahan di Kecamatan Tanasitolo mengikuti serah terima di Kantor Kecamatan Tanasitolo, pagi tadi.

Hadir Ketua STIA Prima Sengkang Andi Rusdi Untung, Pemerintah Kecamatan Tanasitolo, para pejabat struktural, supervisor wilayah dan supervisor masing-masing posko. (Dhea)

Okesulsel, Sengkang -- Atlet berprestasi Kabupaten Wajo pada pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) yang berlangsung di Kabupaten Pinrang beberapa waktu lalu akan dibayarkan 2019, mendatang.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo Hj.Husniaty HS. Menurut dia, polemik pembayaran bonus atlet hanya karena adanya miss komunikasi saja.

"Masalah bonus atlet sudah terselesaikan, hanya karena adanya miss komunikasi antara Koni dan Dispora,"ujar Hj Husniaty.

Lanjut Hj.Husny mengungkapkan anggaran untuk bonus atlet tersebut telah dimasukkan di Kebijakan Umum Anggaran ( KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2019.

"Jadi anggaran untuk bonus atlet sudah dimasukkan di KUA PPAS tahun anggaran 2019. Sebanyak Rp 400 juta, namanya bukan bonus atlet lagi tetapi uang pembinaan,"ungkap Politisi PDI Perjuangan itu.

Lebih lanjut Hj Husniaty menyampaikan jika di perubahan kemarin tidak ada anggaran untuk membayarkan bonus atlet tersebut. Kata dia, lantaran anggaran memang tidak mencukupi.

"Koni tidak menyampaikan kepada atletnya  kalau diperubahan tidak dianggarkan. Jadi atlet yang mendapat medali pada pelaksanaan Porda Pinrang akan dibayarkan tahun depan,"tambahnya.

Kesepakatan pembayaran bonus atlet berprestasi tersebut setelah dilakukan rapat yang digelar Ruang Rapat Ketua DPRD Kabupaten Wajo, Kamis 29 November 2018. Hal ini disampaikan Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas dan Protokoler DPRD Wajo Andi Gusti Sam.

"Dalam rapat itu hadir Ketua Koni, Kadispora, Anggota Komisi IV DPRD Wajo, BPKD dan beberapa Ketua Cabang Olahraga (Cabor) yang mendapatkan medali. Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi IV Hj Husniaty dan Wakil Ketua Komisi IV H Agustan Ranreng,"ujar Andi Gusti Sam. (*)

Okesulsel.com, Jakarta -- Kabar duka jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di Karawang masih terasa hingga detik ini. Banyak orang yang mengungkapkan rasa dukacita atas kejadian itu. Tak terkecuali istri musisi sekaligus Wali Kota Palu, Pasha Ungu, yaitu Adelia Wilhelmina.

Dilansir dari laman Tribun Style (31/10/18), wanita asal Bandung ini ternyata pernah menjadi pramugari Lion Air sebelum kerja di maskapai Garuda. Adel memang diketahui berprofesi sebagai pramugari sebelum menikah dengan Pasha Ungu.

Sebagai mantan pramugari Lion Air, ia mennyatakan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya melalui Instagram.

"...Saya turut berduka cita untuk korban jatuhnya pesawat lion air JT-610 tujuan Pangkal Pinang. Mudah-mudahan korban bisa secepatnya ditemukan,,,keluarga diberi ketabahan dan kesabaran," kata Adelia.

Adel juga mengunggah foto bersama teman-temannya saat masih menjadi pramugari Lion Air dulu. "Dulu pernah punya pengalaman terbang di Lion Air, sebelum terbang di Garuda. Pray for JT610," terangnya. (*)


Sumber : Tribun Style

Okesulsel.com, Jakarta -- Korban tragedi pesawat Lion Air JT-610 atas nama Hizkia Jorry Saroinsong 23, sudah tiba di rumah duka Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta pusat, sekitar pukul 01.00 WIB Sabtu (3/11) dini hari tadi.

Berdasarkan alamat yang didapat seperti yang dilansir di Jawapos.com, Hizkia beralamatkan di Jalan Kramat No. 5, RT 4 RW 9 Senen, Jakarta Pusat. Namun, terlihat kondisi dari rumah korban terpantau sepi.

Sebelumnya, pihak Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, berhasil mengidentifikasi 3 korban tragedi pesawat Lion Air JT-610. Salah satunya adalah Hizkia.

Sementara menurut salah satu tetangga korban, Eka Husilaen, 58, jenazah Hizkia kini berada di Rumah Duka di kawasan Cikini tersebut. Dirinya mengatakan, jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 01.00 WIB.

"Semalam pas sekali saya sedang berada disana, jenazah hizkia datang. Saya sampai merinding melihatnya. Ambulans itu datangnya sekitar jam 01.00 WIB kalau tidak salah," ucap Eka pada JawaPos.com Sabtu (3/11).

Selain itu, Ketua RT 4 RW 9 Cikini, Jakarta Pusat Limei membenarkan jika jenazah Hizkia sudah berada di Rumah Duka di kawasan tersebut. "Iya, sudah ada di Rumah Duka, semalam datangnya. Ini rencana saya mau kesana nanti," kata Limei.

Pada saat mengunjungi rumah korban, memang terpantau seperti tidak berpenghuni, hanya terlihat satu bendera kuning yang menandakan bahwa alamat tersebut, memang sempat dihuni oleh korban. Jenazah langsung dibawa dari RS Polri ke Rumah Duka di kawasan Cikini tersebut. (*)


Sumber : Jawapos.com

Okesusel.com, Sengkang - -  Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo, Asri Jaya A.Latief melangsungkan masa reses di Lingkungan Jalang, Kelurahan Akkajeng,  Kecamatan Sajoanging, Kabupaten Wajo, Senin, 29 Oktober 2018. 

Asri Jaya A.Latief mengatakan, reses tersebut bertujuan menyampaikan program, ataupun kegiatan yang telah terlaksana. Kata dia, termasuk menyerap aspirasi masyarakat untuk menjadi program kegiatan berikutnya.

"Beberapa aspirasi masyarakat yang telah terealisasi anggarannya seperti Jalan ke Pekuburan Bello-BelloE Desa Salobulo, Jalan Beton di Laebe Desa Alewadeng Kecamatan Sajoanging.  Termasuk Jalan ke pekuburan Mualla Kelurahan Assorajang Kecamatan Sajoanging,"jelasnya

Tak hanya itu, Ketua Komisi II DPRD Wajo ini mengungkapkan pengerasan Jalan Mualla-Talise, pengerasan jalan di samping kantor Polsek Sajoanging, dan bantuan hibah untuk pembangunan Masjid Syuhada Kompleks Polsek Sajoanging yang anggarannya juga terealisasikan.

"Kegiatan lainnya yang telah terealisasikan anggarannya seperti pemasangan lampu jalan kurang lebih 150 titik dan pemeliharaan dibeberapa titik, serta pembangunan Pasar Jalang,"ungkap, Politisi asal Partai Demokrat ini.

Asri Jaya A.Latief menambahkan dalam kesempatan itu Kadis Perikanan dan kadis Perindustrian Kabupaten Wajo juga menyampaikan beberapa program kegiatan kepada masyarakat, termasuk pembenahan kelompok tani dan nelayan.

Untuk pelaksanaan reses kali ini disambut baik oleh masyarakat, mereka begitu antusias mengikuti kegiatan reses yang dilaksanakan Asri Jaya A.Latief. Pasalnya, selama ini apa yang diaspirasikan masyarakat melalui reses dapat direalisasikan.

Tak hanya itu, masyarakat Kecamatan Sajoanging juga sangat bersyukur serta mengucapkan terima kasih atas perjuangan Asri Jaya A.Latief. Karena perjuangan itu, sehingga Pasar Jalang akhirnya dapat dibangun yang kian lama telah dinantikan oleh masyarakat proses pembangunannya. 

Sekedar diketahui, reses tersebut turut dihadiri  Kadis Perikanan Kabupaten Wajo Ir Nasfari bersama jajarannya, Kadis Perindustrian, Syarifuddin bersama jajarannya, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DPPPA, Andi Satriani, serta perwakilan dari Dinas PUPR, Tenri Akko.

Dihadiri pula, masyarakat petani dan nelayan lingkungan Jalang, Kepala UPTD Puskesmas Sajoanging bersama jajarannya, tokoh masyarakat, tokoh agama, serat kaum perempuan dari kelompok majelis taklim. (Rilis)

Okesulsel.com, Sengkang -- Antrean panjang terjadi di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo, Jalan Kejaksaan, Kota Sengkang, Selasa 30 Oktober 2018.

Para pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) itu terlihat mengular sejak pagi tadi hingga malam hari. Ribuan pelamar CPNS ini harus berdesak-desakkan demi mendapatkan kartu tes.

Bahkan tak sedikit diantara mereka rela mengantre sejak pagi hingga malam, namun tak kunjung mendapatkan kartu tes. Antrean panjang yang terjadi berlanjut hingga hari kedua, Rabu 31 Oktober 2018.

Hal inipun membuat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Wajo, Andi Gusti Makkarodda angkat bicara. Kepada okesulsel.com, Andi Gusti Makkarodda berharap pihak BKPSDM Kabupaten Wajo memberikan kepastian kepada pelamar hingga kapan proses pembagian kartu tes itu.

“Kasian para pelamar yang antre tanpa kepastian. Apakah bisa mendapatkan kartu tesnya hari ini, atau hingga larut malam seperti kemarin, ataukah harus dilanjut besok, harus ada kepastian,”harapnya.

Lanjut pria berakronim AGM itu mengatakan hal ini menjadi pengalaman bagi BKPSDM Wajo dalam melakukan hal serupa ditahun-tahun berikutnya. Kata dia, seharusnya BKPSDM Wajo membuat sistem pembagian kartu tes secara efektif.

“Inikan sudah zaman online, sudah modern. Dimana teknologi kian berkembang pesat, apalagi BKPSDM Wajo ini telah mendapatkan perhargaan sebagai instansi yang maju akan aplikasinya,”jelas, Sekretaris Komisi II DPRD Wajo ini.

Menurut AGM, dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang pesat, berbagai instansi di Indonesia telah mampu membuat suatu sistem yang dapat memudahkan bagi para pelamar CPNS tersebut.

“Masa Wajo tidak bisa, ini baru pengambilan kartu tes loh, dan masih banyak tahapan lainnya,”ujar Politisi Partai NasDem itu. (Dhea) 

Okesulsel.com, Sengkang-- Legislator Provinsi Sulawesi-selatan (Sulsel) Baso Syamsu Risal menggelar reses di Desa Tadangpalie, Kecamatan Penrang, Kabupaten, Rabu 31 Oktober 2018.

Dalam kesempatan itu, Legislator asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini kembali berdialog dengan masyarakat setempat, hal tersebut guna mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat.

Pada pelaksanaan reses masa sidang III, Tahun 2018 ini dihadiri ratusan masyarakat. Mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, masyarakat petani hingga dari kalangan kaum perempuan.

BSR, akronim dari Baso Syamsu Risal mengatakan maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan reses guna memperoleh masukan-masukan serta untuk menyerap atau menjaring aspirasi konstituen.

BSR menjelaskan, nantinya setiap masukan, aspirasi dari masyarakat akan disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Sulawesi-selatan. “Nantinya aspirasi masyarakat ini akan dituangkan dalam bentuk pokok-pokok pikiran,”pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, berbagai aspirasi masyarakat seperti bantuan untuk rumah ibadah (Masjid), disektor pertanian, kesehatan, pendidikan, dan termasuk infrastruktur jalan. (*)



Okesulsel.com, Sengkang - - Pemerintah Kabupaten Wajo menggelar penyuluhan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Wajo.

Bupati Wajo diwakili Kepala Badan Kesbangpol, M.Yusuf A.Baharuddin mengatakan program penyuluhan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN) bagi ASN merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.

Selain itu menurut Bupati, program ini juga sekaligus sebagai upaya dalam memerangi peredaran gelap narkoba yang dirasakan semakin menjadi ancaman serius bagi seluruh masyarakat.

Saat ini, penyalagunaan narkoba tidak hanya merambah wilayah perkotaan saja, tetapi sudah merambah jauh hingga ke pelosok desa, begitu pula dengan segmen sasaran sudah tidak pandang bulu lagi, seluruh usia dan profesi telah menjadi sasaran peredaran gelap narkoba.

"Untuk itu, penanganan dan penanggulangan penyahgunaan narkoba adalah kewajiban kita semua, "tegas Bupati.

Penyuluhan yang digelar di ruang pola Kantor Bupati Wajo 4/11/2018 menghadirkan Akbar Faisal (Anggota Komisi III DPR RI), Brigjen Pol.Idris Kadir (Kepala BNN Prop. Sulsel), Kombes Pol. Hermawan (Dir. Narkoba Polda Sulsel).

Pada sesi pemaparan materi, Akbar Faisal mengungkapkan keprihatinannya terhadap peredaran narkoba di Sulsel, khususnya di Wajo.

Menurut Legislator Senayan ini, saat ini masalah narkoba sudah menjadi masalah serius untuk ditindak lanjuti. Masalahnya peredaran narkoba sudah masuk ke pelosok desa dan sudah menyasar ke seluruh elemen masyarakat, tidak hanya masyarakat biasa tetapi pada level ASN dan Aparat juga sudah menjadi sasaran penyalahgunaan narkoba.

"Saya berharap setelah kegiatan ini ada langkah yang tegas yang dilakukan oleh pihak aparat untuk pemberantasan narkoba ini, karena masalah ini sudah menjadi ancaman yang serius bagi kita semua,"ujar Politisi Partai Nasdem ini. (Edy)

Okesulsel.com, Jakarta -- Satu penyelam dari tim penyelamat pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Karawang dikabarkan meninggal dunia. Informasinya penyelam itu bernama bernama Syachrul Anto yang dikabarkan menghembuskan nafas terakhirnya saat bertugas.

Dilansir dari CNN Indonesia, Badan SAR Nasional (Basarnas) mengaku sudah mengantongi informasi tersebut. Namun, belum bersedia menjelaskan secara rinci informasi mengenai relawan yang meninggal. 

"Saya memang mendapatkan informasi itu, nanti disampaikan lebih lengkap oleh Kepala Basarnas," ujar Yusuf Latif, Humas Basarnas kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (3/11) pagi. 

Berdasarkan informasi yang diterima CNNIndonesia.com, Syahrul dikabarkan meninggal pada Sabtu (3/11), pukul 02.00 WIB di Dermaga JICT II (Posko Basarnas) di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dugaan sementara, Syachrul mengalami kecelakaan tenggelam pada saat mengevakuasi penumpang Lion Air JT-610. Ia lantas dibawa ke RSUD Koja pada pukul 22.10 WIB, Jumat (2/11). 

Ua dibawa dalam kondisi tak sadarkan diri dan tidak merespons. Pada pukul 22.30 WIB, tim dokter yang menangani Syachrul menyatakan bahwa relawan itu telah meninggal dunia. 

Syachrul yang beralamat di Komplek DPR Jalan Garuda 1 Cakung merupakan bagian dari Komunitas Indonesia Diving Rescue Team (IDRT). Pria berusia 48 tahun itu disebut mengantongi sertifikat penyelam profesional dari CSMAS-Possi. (*)

Okesulsel.com, Sengkang -- Anggota DPRD Kabupaten Wajo, Andi Aminuddin melangsungkan masa resesnya di Desa Maccolliloloe , Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Rabu 31 Oktober 2018.

Reses tersebut dihadiri Bhabinkamtibmas Polsek Pitumpanua, Kepala Desa Maccolliloloe, serta Kabag pengangaran dan pengawasan Sekretariat DPRD Wajo. Pelaksanaan reses ini disambut dengan sejumlah aspirasi dari masyarakat setempat.

Masyarakat Desa Maccolliloloe berharap adanya perbaikan infrastruktur, khususnya jalan penghubung antara Desa Maccolliloloe ke Kabupaten Sidrap, warga juga meminta pembuatan drainase.

Selain itu warga juga berharap adanya pengerjaan tiang jembatan gantung penghubung Desa Lompoloang ke Desa Maccolliloloe, sehingga nantinya roda perekonomian didesa tersebut semakin meningkat.

Menanggapi itu, anggota DPRD Wajo Andi Aminuddin‎ mengatakan salah satu tujuan reses anggota DPRD adalah menyerap aspirasi langsung dari masyarakat. 

"Terkait aspirasi masyarakat Desa Maccolliloloe, Insya Allah saya selaku wakil rakyat dari dapil 3 akan memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi masyarakat,”tegasnya.

Begitupun yang menjadi usulan masyarakat, menurutnya akan diupayakan untuk masuk menjadi pokok-pokok pikiran anggota DPRD. (*)


Okesulsel.com, Sengkang - -Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo berkunjung ke kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sengkang, Kabupaten Wajo Rabu, 24/10/2018.

Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi II DPRD Wajo, Asry Jaya Latief bersama Wakil Ketua Komisi II, H Aminuddin dan Sekretaris Komisi II, Andi Gusti Makkarodda menemui Pimpinan BRI Cabang Sengkang, Kabupaten Wajo

Kunjungan itu merupakan tindak lanjut akan aspirasi masyarakat Kecamatan Sajoanging yang tak lain merupakan nasabah Bank BRI menginginkan adanya penyedian fasilitas pelayanan perbankkan diwilayah di wilayah tersebut.

Asry Jaya A Latief mengatakan masyarakat berharap adanya pembangunan Bank BRI Unit di wilayah Jalang yang merupakan Ibu Kota Kecamatan Sajoanging. Karena, selama ini masyarakat hanya mengakses perbankkan di BRI Unit Doping, Kecamatan Penrang.

Politisi Partai Demokrat ini mengungkapkan jika pertumbuhan ekonomi di Jalang, Kecamatan Sajoanging cukup baik. Lantaran ditopang dengan adanya budidaya rumput laut, sektor tambak termasuk pertanian.

"Apalagi pembangunan Pasar Jalang sementara dibangun yang tentunya akan mempengaruhi pergerakan ekonomi semakin baik pula. Sehingga masyarakat Sajoanging sangat membutuhkan kehadiran perbankkan ditengah-tengah masyarakat. Khususnya Bank BRI yang selalu dekat dengan masyarakat,"ungkapnya

Lanjut Asry Jaya A Latief mengatakan selama ini akses masyarakat untuk menjangkau Bank BRI cukup jauh. Kata dia, selama ini transaksi hanya dapat dilakukan di Bank BRI Unit Doping.

"Sementara perjalanan menuju Bank BRI Unit Doping itu cukup rawang, dimana jarak tempuh yang cukup jauh dan keamanan tidak terjamin ketika nasabah melakukan transaksi,"ujarnya

Lebih lanjut, Asry Jaya A Latief mengatakan aspirasi kedua yang disampaikannya terkait pelayanan Bank BRI teras Salobulo, Kecamatan Sajoanging. Sekiranya waktu pelayanan dapat ditingkatkan dan di maksimalkan lagi utamanya dihari pasar.

"Sehingga tidak terjadi lagi antrian panjang. Alhamdulillah, pimpinan Cabang BRI Sengkang menyambut dan merospon baik atas kunjungan komisi II, beliau menyampaikan akan menindaklanjuti ke pusat dan mengupayakannya, diharapakan dapat terselesaikan secepatnya,"harapnya

KunjunganKomisi II DPRD Kabupaten Wajo ini diterima langsung PJs BRI Cabang Sengkang Oktawan Sakti Sembiring yang didampingi langsung oleh salah seorang karyawan BRI Andi Bau Malingkaan. (Dhea)

Okesulsel.com, Advetorial  - -  Komisi I Bidang Pemerintahan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo melakukan kunjungan konsultasi di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi selatan, Jumat 27 Juli 2018. 

Ketua Komisi I DPRD Wajo H Ashanul Hak Nawawi mengatakan kunjungan beberapa waktu lalu di kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi selatan terkait sinergitas pembangunan pengembangan perpustakaan Kabupaten/Kota di Sulsel. 

Menurut Ashanul, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh Pemerintah daerah (Pemda).  Kata dia, seperti pembetukan tim sinergi transformasi inklusi sosial dengan SK Bupati. 

"Pembuatan regulasi yaitu tentang pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang perpustakaan,"ujarnya, Minggu 29 Juli 2018. 

Untuk tahun 2019,  lanjut Ashanul, Kabupaten Wajo mendapatakn Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

"Dana itu sebesar 5 miliar untuk pembangunan perpustakaan dengan ketentuan disertai dana sharing Kabupaten sebagai bentuk dukungan daerah,"tutupnya.

Sumber : Humas dan Protokoler DPRD Wajo


Okesulsul.com, Advetorial -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo menerima aspirasi ratusan warga Desa Inrello, Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Senin 16 Juli 2018. 

Masyarakat mendesak kepolisian untuk menghentikan sementara proses penyidikan terhadap dua warga Desa Inrello, Sudarmin dan Syarifuddin atas dugaan penyerobotan tanah eks milik PT. Lempong yang ditersangkakan kepada keduanya.

Mereka menilai penyidikan terhadap dua warga itu tidak memenuhi unsur untuk dijadikan tersangka dikarenakan bukti permulaan tidak cukup bahkan terkesan direkayasa oleh pihak pelapor.

Ratusan massa rakyat dari Desa Inrello yang didampingi sejumlah aktivis dari Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB) juga meminta kepada anggota DPRD Wajo yang berada di Daerah Pemilihan (Dapil) 3, yang salah satunya Kecamatan Keera, untuk proaktif dalam membela kepentingan rakyat di daerahnya.

“Ini adalah bentuk kekecewaan kami atas ketidakadilan yang terjadi di negeri ini, khususnya di Desa Inrello. Kami sudah pernah melakukan aspirasi sebelumnya pada September 2017 yang lalu, namun sampai hari ini tidak ada hasil yang kami dapatkan,” ungkap Presiden AMIWB, Herianto Ardi.

Dalam aspirasnya, Ardi menungkapkan, dalam persoalan lahan milik eks PT. Lempong, ada oknum yang mengklaim bahwa lahan itu miliknya. Oknum yang dimaksud atas nama Halide, diduga merekayasa bukti-bukti kepemilikan atas lahan itu.

“Itu adalah tanah negara yang dikelola masyarakat, bukan tanah milik Halide. Kami menduga dia telah merekayasa bukti kepemilikan itu. Olehnya itu, kami mendesak kepada kepolisian untuk menghentikan sementara proses penyidikan kepada dua warga kami karena tidak memenuhi unsur untuk melanjutkan penyidikan,” tegas Ardi.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Wajo, Sa’pang Allo mengungkapkan, bahwa tanah milik PT. Lempong termasuk tanah yang terindikasi terlantar.

 “Berdasarkan data di kantor Pertanahan, salah satu tanah yang terindikasi terlantar adalah tanah PT. Lempong. Ada 2 kategori suatu tanah diindikasikan terlantar. Pertama, memiliki hak pengelolaan tapi tidak memanfaatkan haknya. Kedua, ada yang telah berakhir Hak Guna Usaha (HGU) dan tidak memperpanjangnya,” terangnya.

Dalam hal proses penyidikan yang sedang dilakukan Polres Wajo kepada dua warga Desa Inrello, Sa’pang Allo mengaku tidak ikut terlibat dalam hal itu.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Wajo Dapil 3, H. Andi Muh. Alauddin Palaguna, kepada pengunjuk rasa mengaku telah berupaya menyelesaikan kasus itu.

“Saya sudah pernah mengatakan kepada warga jauh hari sebelumnya, tunggu Bupati baru dilantik. Persoalan tanah tersebut, saya rasa tidak ada masalah lagi antara warga dan pemerintah. Cuma karena adanya warga yang dilaporkan, itulah yang jadi masalah bagi warga. Selaku wakil rakyat, kami akan mencarikan solusi,” katanya.

Senada dengan itu, anggota DPRD Wajo yang menerima aspirasi, H. A. Zenurdin Husaini, juga mendesak kepada pemerintah daerah dan BPN Wajo agar secepatnya mengembalikan hak masyarakat.

“Tugas kami hanya memfasilitasi warga. Selaku penerima aspirasi, kami akan mendesak kepada pertanahan dan pemerintah daerah untuk segera menindaklanjuti aspirasi ini,” pungkasnya.

Sumber : Humas dan Protokoler DPRD Wajo.

Okesulsel.com, Sengkang -- Salah satu relawan Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Wajo terpilih Pak Amran Mahmud- Haji Amran SE (PAMMASE) siap bertarung dalam Pemilihan legislatif (Pileg) 2019, mendatang.

Ia adalah Ir Andi Muliana Sam melalui Partai Amanat Nasional (PAN), Putri Kepala Desa Abbatireng H Andi Sampewali ini kian membulatkan tekadnya menatap kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo.

Alumni Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini menyampaikan keterwakilan perempuan di parlemen masih sangat minim. Termasuk, di DPRD Kabupaten Wajo, karena itu pula dirinya berniat maju di daerah pemilihan (Dapil) Wajo 3 meliputi Gilireng, Maniangpajo, dan Belawa.

“Saya ingin mewakafkan diri untuk rakyat. Insya Allah perempuan juga bisa untuk bergerak untuk mewujudkan perubahan, dan tentunya menjadikan masyarakat lebih amanah dan sejahtera,”tegas, Ibu dari dua orang anak ini.

Ir.Andi Muliana Sam

Menurut, Andi Muli, sapaan akrab isteri dari Andi Irwan Bau Gamatta itu, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Wajo beberapa waktu lalu dirinya dan suaminya merupakan salah satu relawan dari pasangan Bupati dan Wakil Bupati Wajo terpilih, Pak Amran Mahmud dan Haji Amran (PAMMASE) dan berhasil meraup suara yang signifikan.

“Termasuk ada kedekatan emosional sejak dulu dengan Pak Amran Mahmud, karena itu juga saya memilih maju melalui Partai Amanat Nasional (PAN) yang di ketuai oleh beliau,”jelasnya.

Menurutnya, keluarga besar yang ada di Kecamatan Gilireng, Belawa begitu juga di Maniangpajo telah memberikan restu untuk turut betarung memperebutkan kursi DPRD Kabupaten Wajo.

“Keluarga besar kami di Belawa, Gilireng dan Maniangpajo telah memberikan restu dan akan all out memenankan pileg nanti,”tutupnya.

Editor : Dhea

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.