Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jika PSBB Tidak Dilakukan Secara Merata, Dikhawatirkan Kasus Covid-19 Muncul Gelombang Kedua

Senin, 04 Mei 2020 | Mei 04, 2020 WIB Last Updated 2020-05-04T02:05:02Z



OkeSulsel.Com, Jakarta- Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta dianggap mampu menekan penyebaran virus corona. Pasalnya, sekitar 60% masyarakat Ibu Kota tinggal di rumah sejak PSBB Jakarta diberlakukan pada 10 April lalu, sehingga angka penyebaran menurun.  

"Ketika 60% proporsi penduduk berada di rumah, (jumlah pasien terinfeksi) langsung turun cepat. Ini membuktikan pengalaman empiris bahwa pembatasan sosial itu berdampak," kata Pakar Epidemi FKM Universitas Indonesia Pandu Riono dalam diskusi secara virtual Medcom, Minggu (3/5).

Dia bahkan menyebut, jika PSBB mampu membuat 70%-80% warga tinggal di rumah, maka bisa saja kasus penularan virus corona di Jakarta berhenti sebelum lebaran. Tapi hal itu menurutnya tidak mudah, karena tergantung kesadaran masyarakat untuk mencegah penyebaran virus.

Penularan di Jakarta disebut sudah mulai melandai karena PSBB. Pandu berharap bahwa hal ini juga diterapkan pada wilayah lainnya secara nasional di luar Jakarta untuk menekan penyebaran virus.

"Memang Jakarta turun, tapi luar Jakarta meningkat tajam. Jadi secara nasional, kita belum turun, masih terus naik," katanya.

Kekhawatiran penyebaran virus corona di daerah luar Jakarta juga disampaikan oleh Kepala LBM Eijkman Amin Soebandrio. Amn menyatakan, tren penyebaran saat ini bisa saja mengindikasikan  tengah terjadi fenomena tekan balon.

"Jadi ditekan di sini, muncul di tempat lain, sehingga, pembatasan kegiatan di luar rumah, juga perlu dilakukan pada daerah-daerah lain, seperti di beberapa kota satelit Jakarta. Jika tidak diawasi dengan baik, dikhawatirkan terjadi gelombang penyebaran virus corona gelombang kedua di daerah yang sudah berhasil ditekan angka penyebaran,"katanya.

Amin juga mengatakan bahwa peran Pemda sangat penting, di samping partisipasi masyarakat.

Senda disampaikan Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, banyak kasus yang muncul di luar Jakarta, ternyata berasal dari penularan orang-orang yang  pulang kampung dari Jakarta. "Mereka orang yang kemudian pulang kampung, bekerja di Jakarta sektor informal, sekarang kerjaannya tidak ada," katanya.

Untuk meredam fenomena tekan balon tersebut, Yurianto menilai masyarakat perlu disiplin melakukan karantina mandiri. Sehingga, penyebaran virus bisa ditekan dan mampu kembali ke keadaan sebelumnya. Meski begitu, untuk kembali kondisi ke normal seperti sebelum adanya pandemi virus corona, akan memakan waktu yang lama. Pasalnya, pandemi ini menjangkit seluruh negara, sehingga jika Indonesia sudah menurun tapi negara lain belum, maka penyebarannya mungkin masih bisa terjadi.

"Ini yang menunjukan Tiongkok ada kasus baru karena ada datang orang dari luar Tiongkok. Ini masalah planet, bukan satu negara," kata Yuri. 

Hingga Minggu (3/5), jumlah kasus corona di DKI tercatat sebanyak 4.417 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 621 orang dinyatakan sembuh, sedangkan jumlah pasien meninggal sebanyak 410 orang.

Pasien yang masih menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 2.062 orang. Sementara yang melakukan isolasi mandiri di rumah sebanyak 1.324 orang.(*)

×
Berita Terbaru Update