Notification

×

Iklan

Iklan

Satgas Lawan Covid-19 DPR RI Apresiasi Kemendagri Dalam Penanganan Covid-19

Kamis, 28 Mei 2020 | 21.17 WIB Last Updated 2020-05-28T13:17:38Z



OkeSulsel.Com, Jakarta – Satgas Lawan Covid-19 DPR RI mengapresiasi langkah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam mengeluarkan kebijakan terkait dengan penanganan Covid-19. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPR RI yang juga Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad dalam kunjungan kerjanya pada Kamis (28/05/2020).

“Kami apresiasi bahwa Kemendagri selama ini sudah banyak melakukan kerja-kerja dalam hal penanganan Covid, baik pada saat pandemi berlangsung maupun perencanaan ke depan,” kata Sufmi Dasco Ahmad.

Sebagaimana diketahui, Kemendagri yang digawangi Menteri Tito Karnavian, begitu gencar melakukan tugas pokok, dan fungsinya dalam melakukan pembinaan dan pengawasan jalannya pemerintahan daerah, terlebih dalam situasi pandemi Covid-19 ini, termasuk dengan berkoordinasi langsung dengan kepala daerah, baik melalui video conference maupun kunjungan kerja secara langsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Saya memerintahkan kepada seluruh kepala daerah untuk menjadi kepala gugus tugas karena kepala daerah yang memiliki full power mengenai masalah extraordinary, sebelumnya ada yang serahkan kepada Sekda, kepala dinas kesehatan, dan lain-lain, tapi kemudian setelah saya koordinasikan dengan Kepala Gugus Tugas Pak Doni, kita berpendapat sama bahwa daerah pun harus full power serius sekali, sehingga kepala gugus tugasnya adalah kepala daerah. Kemudian kita banyak memberikan arahan baik melalui video conference bersama kementerian terkait bagaimana kita mengembangkan 5 strategi yang sebetulnya untuk menjadi pegangan bagi daerah,” tutur Mendagri.

Dijelaskan Mendagri, poin pertama yang harus ditekankan kepada daerah di awal masa pandemi adalah dengan berfokus pada upaya pencegahan dan penularan Covid-19.

“Yang pertama adalah daerah harus fokus kepada upaya mencegah penularan, itu nomor satu, mulai dari sosialisasi, penguatan protokol, testing, pembatasan-pembatasan, termasuk PSBB lah termasuk dalam strategi nomor satu, jaga jarak, masker, dan lain-lain,” kata Mendagri.

Kedua, sosialiasi peningkatan sistem kekebalan tubuh.

“Ini skenario kita semua, saya kira semua umat manusia ini, skenarionya berusaha untuk tidak tertular sampai ditemukan vaksin, tapi kalau tertular bisa saja terjadi, tertular dalam kondisi kekebalan tubuh yang tidak baik, ini sehingga perlu ada upaya-upaya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh,” ujarnya.

Ketiga, meningkatkan sistem kapasitas kesehatan, rumah sakit, tempat karantina di seluruh daerah.

Keempat, peningkatan ketahanan pangan. “Karena ini yang termasuk industri alkes (alat kesehatan) ini sudah mulai bergerak saya kira, banyak yang produksi tadinya minuman Cap Tikus di Sulut kemudian cap tikusnya diambil, disuling lagi dengan Balai POM dari (kadar alkohol) 40% menjadi 70% menjadi hand sanitizer, Bali menggunakan arak Bali, Sulsel menggunakan balok, kemudian juga kita mengajak beberapa pengusaha untuk memproduksi barang-barang yang dapat digunakan melawan Covid-19,” paparnya.

Kelima, social safety net atau jaring pengaman sosial dan stimulus ekonomi. “Jadi menjaga jaring pengaman sosial, tugas daripada Kemendagri membantu, membantu kementerian yang terkait, kalau kita lihat strategi nomor 1, 2  dan 3 ini dikerjakan oleh gugus tugas, strategi untuk masalah social safety net ini titik sentral utamanya Kemenko PMK bersama degan Kemendes dll, kemudian untuk membangkitkan ekonomi adalah Kemenko Ekonomi, Kemendagri membantu semua,” jelas Mendagri.

Langkah-langkah yang dilakukan Kemendagri tersebut juga diperkuat dengan dikeluarkannya sejumlah surat edaran bagi pemerintah daerah guna mendukung dan mengimplementasikan kebijakan tersebut.

“Termasuk yang terakhir kita membuat surat edaran, untuk pelaksanaan yang gerakannya harus betul-betul masif. Kita sekarang sudah mulai ketemu formatnya sebetulnya, bahwa untuk menangani ini (wabah Covid-19) membuat balance (seimbang) antara kesehatan publik penanganan pandemik Covid-19 dengan menjaga situasi ekonomi tetap hidup,” tutupnya.

Satgas Lawan Covid-19 DPR RI diterima di Gedung Sasana Bhakti Praja Gedung C Lantai 3 dan dihadiri Seluruh Eselon I Kemendagri dan BNPP, seluruh Staf Khusus Mendagri, Sekretaris DKPP, Kepala Biro/Kepala Pusat Lingkup Setjen Kemendagri.(Rls/BR)
×
Berita Terbaru Update