Notification

×

Iklan

Iklan

Salah Satunya PDAM Oenolia, DPRD Buteng Kembali Tunda Penetapan LKPJ

Selasa, 13 Juli 2021 | Juli 13, 2021 WIB Last Updated 2021-07-16T23:21:38Z


OKESULSEL.COM, BUTON TENGAH - Rapat Paripurna Penetapan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Buton Tengah (Buteng) tahun 2020 harus ditunda untuk kesekian kalinya, hal ini tentu saja akan mempengaruhi kinerja pemerintah daerah kabupaten buton tengah dalam penyusunan anggaran perubahan, penundaan bahkan dijadwalkan akan kembali digelar usai lebaran idul adha tahun ini.

 

 

Salah satu Penyebabnya adalah pertanyaan yang telah di tuangkan dalam amandemen komisi yang belum mampu dijelaskan secara mendetail oleh pihak Eksekutif (Pemerintah Daerah) Kabupaten Buteng saat menggelar rapat Paripurna di Aula Rapat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Buton Tengah (Buteng) pada Senin (12/7/2021).

 

 

Salah satu pertanyaan yang tidak dapat dijelaskan secara detail adalah, penyertaan modal Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Oenolia yang mencapai angka sebesar Rp. 13 miliar dari Rp. 30 Miliar yang juga diatur dalam Perda Nomor 3 tahun 2019 tentang pembentukan PDAM Oenolia.

 

 

Penyertaan modal PDAM tampak mengalami penurunan nilai investasi sebesar Rp 3.320 miliar hal ini disebabkan nilai operasional PDAM yang mengalami kerugian, regulasi yang dilakukan oleh auditor BPK untuk mengetahui kerugian yang tidak dimasukan dalam perjanjian dokumen LKPD, dan penjelasan nilai aset yang dikelola oleh PDAM Oenolia dengan nilai 19 Miliar tidak disajikan dalam dokumen LKPD.

 

 

Ketua DPRD Kabupaten Buteng Bobi Ertanto, kemudian mengintruksikan kepada Pemerintah daerah Buton tengah agar mempersiapkan semua jawaban yang dipertanyakan oleh pihak DPRD secara mendetail tidak bertele tele, agar rapat berikutnya dengan gamblang dijelaskan.

 

 

"Jadi kami minta kepada pihak terkait agar dapat mempersiapkan dulu semuanya, kalau bisa Dirut PDAM juga harus dihadirkan untuk di dengarkan penjelasannya, karena saya melihat pihak Pemda dari jawabannya tadi tidak terlalu tahu juga terkait hal ini," pintanya.

 

 

Putra Talaga ini juga menjelaskan, penundaan ini tidak memiliki maksud lain, seperti isu bahwa DPRD yang menunda nunda, DPRD hanya memberikan kesempatan kepada Pemda Buteng sebagai pihak yang bertanggungjawab agar jawaban atas pertanyaan yang disepakati oleh pihak legislatif dapat dijawab dengan baik dan lebih rinci.

 

 

Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau instansi seperti Perumdam PDAM Oenolia yang bertangguung jawab bertanggungjawab terhadap angggaran seyogyanya harus dihadirkan, agar tidak terkesan saling lempar tanggungjawab.

 

 

"Supaya ada persiapan dalam menyusun semua jawabannya, dan kalau bisa harus dihadirkan semua Kepala OPD juga, sehingga penjelasan dapat dengan detail di dapat, ini tentu saja untuk kebaikan instansi yang bertanggungjawab dalam pengelolaan anggaran" pungkasnya.

 

 

DPRD Buton Tengah sangat berharap tidak ada lagi penundaan Penetapan LKPJ usai lebaran idul adha nanti, agar proses penyusunan anggaran selanjutnya dapat berjalan sesuai dengan harapan.

 

 

“Harapan kita pada rapat Penetapan LKPJ Bupati Buton Tengah tahun 2020 usai lebaran nanti semua pihak, atau yang bertanggungjawab dapat hadir dan menyelesaikan beberapa pertanyaan yang belum terjawab” Harapnya.

 

 

Untuk diketahui, selain pertanyaan tentang PDAM, ada 5 pertanyaan yang belum sempat dijawab pihak eksekutif yakni, selisih kenaikan aset tetap dari masing - masing komponen, selisih aset tetap yang disajikan pada dokumen laporan keuangan Pemda Buteng tahun 2020 belum dapat mengungkap nilai perolehan aset yang menambah.

 

 

Selanjutnya, selisih Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SilPa) Rp 1.565 miliar tidak terinput dalam saldo akhir rekening Kas bendahara umum daerah (BUD), Dana bagi Hasil Pajak Rp 5.085 Miliar realisasinya Rp 5.185 miliar, dana bagi hasil bukan pajak Rp 15.316 miliar realisasinya Rp 24.193 miliar, dan dana hasil pajak dari Pemerintah Provinsi Rp 9.953 miliar realisasinya Rp. 13.116 miliar. (Dzabur Al-Butuni)


 

×
Berita Terbaru Update